Produksi Cetak Rekor! Harga Minyak Jatuh Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia kompak dibuka melemah pada perdagangan hari ini Kamis (16/11/2023) karena peningkatan stok minyak mentah AS dan rekor produksi yang besar.

Harga minyak mentah WTI dibuka lebih rendah 0,08% di posisi US$76,6 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent dibuka turun 0,25% ke posisi US$80,98 per barel.


Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (15/11/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 2,04% di posisi US$76,66 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup merosot 1,56% ke posisi US$81,18 per barel.

Harga minyak anjlok pada perdagangan Rabu karena peningkatan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan rekor produksi di negara produsen terbesar dunia tersebut, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap permintaan di Asia.

Kontrak bulan depan WTI juga lebih rendah dibandingkan bulan kedua, untuk pertama kalinya sejak Juli. Namun harga minyak enam bulan ke depan tampaknya siap untuk naik di atas kontrak bulan depan.

Stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pada pekan lalu menjadi 421,9 juta barel, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), jauh melebihi ekspektasi analis Reuters yang memperkirakan kenaikan 1,8 juta barel.

Data mingguan pemerintah, yang tidak dipublikasikan minggu lalu karena peningkatan sistem, juga menunjukkan produksi minyak mentah AS bertahan pada rekor 13,2 juta barel per hari yang dicapai pada bulan Oktober.

“Aktivitas pasokan AS merupakan hambatan bagi pasar, dan AS merupakan masalah bagi OPEC+,” ujar John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York, seraya menambahkan bahwa menurutnya Arab Saudi tidak dapat memangkas lebih banyak produksi untuk mendongkrak harga.

Pengekspor minyak utama Arab Saudi dan Rusia, bagian dari OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak serta sekutunya, mengatakan bulan ini bahwa mereka akan melanjutkan pengurangan produksi minyak suka rela tambahan hingga akhir tahun.

Stok bensin AS menunjukkan permintaan yang kuat dengan penurunan mengejutkan sebesar 1,5 juta barel pada minggu lalu. Persediaan solar turun lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,4 juta barel.

Badan Energi Internasional pada hari Selasa bergabung dengan OPEC dalam menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini, meskipun terdapat proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di banyak negara besar.

Kemudian, produksi kilang minyak China menurun pada bulan Oktober dari nilai tertinggi bulan sebelumnya karena melemahnya permintaan bahan bakar industri dan menyempitnya margin penyulingan. Namun, aktivitas ekonomi negara tersebut meningkat pada bulan Oktober karena output industri meningkat lebih cepat dan pertumbuhan penjualan ritel melampaui ekspektasi.

Dalam perkembangan lain, perekonomian Jepang mengalami kontraksi pada Juli-September, menghentikan ekspansi dua kuartal berturut-turut karena lemahnya konsumsi dan ekspor.

Sementara, para diplomat Uni Eropa mengatakan kapal tanker minyak Rusia tidak menjadi sasaran usulan Komisi Eropa untuk memperketat penerapan batasan harga minyak mentah negara tersebut.

Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Denmark akan ditugaskan untuk memeriksa dan kemungkinan memblokir kapal tanker Rusia yang berlayar melalui perairannya berdasarkan rencana baru UE sebagai cara untuk menerapkan batasan harga US$60 per barel pada minyak mentah Moskow.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Anjungan Aktif AS Turun Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia

(saw/saw)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *