Prabowo Gagal Nyapres!! MK Ketok Palu Gugatan Batas Usia Capres 70 Tahun Diresmikan, Benarkah?

Sebuah akun YouTube bernama POLITIK NUSANTARA membuat sebuah unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa Prabowo Subianto gagal menjadi Calon Presiden karena Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan batas usia 70 tahun untuk Capres dan Cawapres.

Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun YouTube POLITIK NUSANTARA pada Sabtu (19/8/23).

Unggahan tersebut menggunakan judul hoaks berupa narasi “MK KETOK PALU !! GUGATAN BATAS USIA 70 TH DIBACAKAN MALAM INI..PRABOWO MENAGIS GAGAL NYAPRES ?!”

Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: “KABAR BURUK UNTUK GERINDRA
PRABOWO GAGAL NYAPRES!!
MK KETOK PALU GUGATAN BATAS USIA 70 TH DIRESMIKAN?!”

Baca Juga:Prabowo Ciduk Suara Pendukung Jokowi, Peluang Menang Pilpres 2024 Makin Besar

CEK FAKTA:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa MK telah memutuskan batas usia Capres dan Cawapres adalah 70 tahun.

Selain itu, hingga saat ini pada Minggu (20/8/23), tidak ada bukti bahwa Prabowo gagal menjadi Capres karena MK ketok palu batas usia Capres menjadi 70 tahun.

Faktanya, gugatan syarat usia Capres dan Cawapres diubah menjadi 70 tahun baru dilayangkan oleh 98 advokat pada Jumat (18/8/23). Hingga saat berita ini dibuat, belum ada keputusan atas gugatan tersebut.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan ‘KABAR BURUK UNTUK GERINDRA
PRABOWO GAGAL NYAPRES!!
MK KETOK PALU GUGATAN BATAS USIA 70 TH DIRESMIKAN?!’ merupakan narasi yang salah.

Baca Juga:5 Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara yang Makin Memburuk, Ini Tipsnya!

Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *