IHSG Bergeliat Lagi, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Obat Kuatnya


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (30/11/2023), di tengah lesunya bursa saham Asia-Pasifik dan Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup menguat 0,63% ke posisi 7.080,741. IHSG bahkan sempat menyentuh level psikologis 7.100 pada sesi II hari ini.

Nilai transaksi IHSG pada akhir perdagangan hari ini secara tiba-tiba melonjak mencapai Rp 25 triliun dengan melibatkan 32 miliaran saham yang ditransaksikan sebanyak 1,3 juta kali. Sebanyak 238 saham terapresiasi, 304 saham terdepresiasi, dan 216 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor infrastruktur menjadi penopang terbesar IHSG pada hari ini, yakni mencapai 5,61%. Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi penopang IHSG yakni sebesar 2,28%.

Selain itu, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG pada hari ini.









Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Barito Renewables Energy BREN 29,39 6.875 12,24%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 6,28 97 3,19%
Indofood CBP Sukses Makmur ICBP 6,12 11.550 10,00%
Bank Central Asia BBCA 5,19 8.975 0,84%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM 4,76 3.760 1,08%

Sumber: Refinitiv

Saham emiten energi baru dan terbarukan (EBT) konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menjadi penopang terbesar IHSG di hari ini, yakni mencapai 29,4 indeks poin.

Selain itu, saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi movers IHSG yakni sebesar 6,3 indeks poin

Adapun saham konsumer PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga menjadi salah satu movers IHSG hari ini, yakni sebesar 6,1 indeks poin.

IHSG kembali menguat di tengah lesunya bursa saham Asia-Pasifik hari ini dan bursa Amerika Serikat (AS) kemarin. Padahal, pasar masih optimis bahwa era suku bunga tinggi akan berakhir.

Lesunya bursa Asia-Pasifik terjadi setelah rilis data aktivitas manufaktur periode November 2023. Berdasarkan data dari NBS, Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur China pada bulan ini turun menjadi 49,4, dari sebelumnya pada Oktober lalu di angka 49,5.

Hal ini menandakan bahwa sektor manufaktur China kembali berkontraksi, di mana kontraksi ini sejatinya sudah terjadi sejak Oktober lalu.

PMI menggunakan angka 50sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

Melemahnya ekonomi China dapat menjadi sentimen negatif di kawasan Asia-Pasifik. Pasalnya, China merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-2 dunia dan ekonomi pemimpin Asia.

Selain itu, lesunya China dapat berdampak pada perlambatan perdagangan, sehingga tingkat ekspor-impor dengan Indonesia akan mengalami gangguan.

Sementara itu dari AS, bursa saham Wall Street terpantau secara mayoritas melemah, setelah dirilisnya data estimasi kedua produk domestik bruto (PDB) AS periode kuartal III-2023.

Sebelumnya kemarin malam waktu Indonesia,Biro Analisis Ekonomi AS merilis data estimasi kedua dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS periode kuartal III-2023.

Ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh sebesar 5,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2023. Realisasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,9% dan proyeksi para analis sebesar 5%.

Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi AS hanya sebesar 2,1% setelah turun selama tiga kuartal berturut-turut. Hasil pada kuartal III-2023 pun menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal terakhir 2021.

Di lain sisi, nilai transaksi IHSG yang tiba-tiba melonjak pada akhir perdagangan hari ini terjadi karena mulai besok, rebalancing dari indeks MSCI resmi berlaku, sehingga pasar sudah mengantisipasinya hari ini. Adapun pengumuman rebalancing MSCI terbaru ini sudah dilakukan pada 14 November lalu.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Bangkit Lagi, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Penggeraknya

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *