Erick Thohir Angkat Gusrizal Jadi Wadirut Pupuk Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) Erick Thohir merombak manjemen PT Pupuk Indonesia (Persero). Reorganisasi dilakukan seiring dengan rencana pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dilakukan.

“Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan reorganisasi jajaran Direksi Pupuk Indonesia pada Kamis (2/11),” tulis manajemen melalui sosial media indtagram, dikutip Jumat (3/11).

Kementerian BUMN menetapkan Gusrizal sebagai Wakil Direktur Utama dan menunjuk Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Pemasaran. Kedua sosok ini, tidaklah asing bagi Keluarga Besar Pupuk Indonesia Grup.

“Selama ini, Bapak Gusrizal adalah Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia. Sedangkan Bapak Tri Wahyudi, sebelumnya adalah Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang, anak perusahaan Pupuk Indonesia,” sebutnya.

Selain itu, Kementerian BUMN memutuskan untuk mengubah nomenklatur Jabatan Direksi Perseroan. Sejak Kamis (2/11) terdapat pemisahan antara Direktur Manajemen Risiko dan Direktur Keuangan.

Kementerian BUMN mengamanatkan Wono Budi Tjahyono sebagai Direktur Keuangan. Serta memilih Ninis Kesuma Adriani sebagai Direktur Manajemen Risiko.

“Semoga reorganisasi jajaran Direksi ini, mampu mewujudukan visi Makmur Bersama Indonesia. Mari bersama membangun ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian rakyat, dan meningkatkan keandalan distribusi pupuk kepada petani di seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, rencana IPO Pupuk Kaltim masih dalam pembahasan dengan manajemen. Pemerintah, sebelum IPO akan melakukan penyegaran manajemen terlebih dahulu.

“Kita lagi diskusi dengan direksi di sana. Ini memang kita akan melakukan reorganisasi dulu,” ujarnya dalam acara BUMN Report CNBC Indonesia, Jumat (1/9).

Selain itu, nantinya juga akan diatur semacam pengelompokan perusahaan. Sebab, fokus pupuk selain menyediakan subsidi NPK (Nitrogen, Phosphat, Kalium), juga juga pupuk orea dan amonia yang produk yang sebenarnya ini market base.

“Nah kita lagi atur supaya nanti ada semacam grouping company yang komersial dan non-komersial. Nah setelah di grouping nanti baru kita lihat, di group level mana yang kita akan lakukan IPO,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Profil Rahmad Pribadi, Dirut Pupuk Indonesia Lulusan Harvard

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *