‘Bandar Minyak’ Mau Kurangi Pasokan, Harga Langsung Mendidih


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia dibuka beragam pada perdagangan hari ini Rabu (22/11/2023) jelang pertemuan OPEC.

Harga minyak mentah WTI dibuka stagnan atau tidak berubah di posisi US$77,77 per barel, sementara minyak mentah brent dibuka menguat tipis 0,02% ke posisi US$82,47 per barel.


Pada perdagangan Selasa (21/11/2023), harga minyak mentah WTI ditutup sedikit menguat 0,22% di posisi US$77,77 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup naik 0,16% ke posisi US$82,45 per barel.

Harga minyak naik tipis pada perdagangan Selasa melanjutkan relinya pada dua sesi sebelumnya. Kini investor mulai berhati-hati menjelang pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada hari Minggu, kelompok tersebut mungkin akan membahas pengurangan pasokan yang lebih dalam karena melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak mengurangi penurunannya akhir-akhir ini, dengan satu sesi lagi sebelum libur Thanksgiving AS pada hari Kamis, yang biasanya menghasilkan volume perdagangan minyak yang lebih rendah.

“Memasuki akhir pekan yang panjang, pasar lebih memilih untuk mengambil posisi long daripada short,” ujar Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Pada hari Senin, kedua kontrak harga minyak naik sekitar 2% setelah tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutunya, akan mempertimbangkan pengurangan pasokan minyak tambahan ketika bertemu pada 26 November mendatang.

OPEC+ kemungkinan akan memperpanjang atau bahkan memperdalam pengurangan pasokan minyak hingga tahun depan, prediksi delapan analis.

“Kami melihat adanya ruang bagi kelompok tersebut untuk melakukan pengurangan lebih dalam, namun kami mengantisipasi bahwa Arab Saudi akan mencari tambahan barel dari anggota lain untuk berbagi beban penyesuaian,” ujar analis RBC Capital, Helima Croft.

Bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pengurangan produksinya hingga tahun depan, pasar minyak global akan mengalami sedikit surplus pasokan pada tahun 2024, menurut kepala divisi pasar dan industri minyak Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Selasa.

Namun saat ini, pasar minyak berada dalam defisit dengan stok yang menurun “dengan cepat”, ucap Toril Bosoni di sela-sela konferensi di Oslo.

Stok minyak mentah AS naik hampir 9,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 17 November, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada hari Selasa.

Persediaan bensin turun sekitar 1,79 juta barel, sementara persediaan sulingan turun sekitar 3,5 juta barel. Data stok pemerintah AS akan dirilis pada hari Rabu.

Minyak telah turun sekitar 16% sejak akhir September 2023 karena produksi minyak mentah di AS, produsen utama dunia, berada pada rekor tertinggi, sementara pasar khawatir terhadap pertumbuhan permintaan dan potensi perlambatan ekonomi.

Pelaku pasar terus memantau perkembangan di Teluk Meksiko, seiring para pejabat AS mengatakan tujuh perusahaan energi terkena dampak pembuangan minyak di dekat sistem pipa Main Pass Oil Gathering Co (MPOG) yang diperkirakan telah mengeluarkan lebih dari satu juta galon minyak mentah.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bisik-bisik OPEC+ Bikin Harga Minyak Melonjak 4 Hari Beruntun

(saw/saw)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *